sb1m

Hal-hal yang gak banyak orang tau dari Habibie

Kemarin baru saja kitta dihebhkan oleh kabar meninggalnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie. Sebagai anak bangsa, tentu saja kita merasa terpukul dengan kabar tersebut dan merasakan kehilangan yang sangat besar.



Di artikel kali ini, saya tidak bermaksud membahas mengenai meninggalnya beliau, arena itu sudah saya tuliskan di artikel sebelumnya. Klik di sini untuk melihat artikel sebelumnya. Kali ini saya ingin berbagi hal-hal menarik dari sang profesor yang banyak orang gak tau.

1. Dibujuk pergi bermain

Kalau orang tua sekarang banyak dipusingkan dengan anak-anaknya yang kalau main di luar suka lupa waktu, atau sekalipun ada di rumah yang dikerjakan adalah sibuk dengan gadget. Tidak demikian dengan Ny. Tuti Marini Puspowardojo, ibunda dari BJ. Habibie. Ia justru sebaliknya harus membujuk Habibie kecil agar mau bermain di luar rumah.

Kenapa harus dibujuk main di luar rumah??? karena Pak Habibie kecil lebih suka diam di dalam rumah, menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Seperti yang dituturkan oleh Titi Subono, kakak tertua Habibie, dalam buku Total Habibie, tugasnya sebagai anak pertama adalah menjaga adik-adiknya. Ketika ia harus menjaga adik-adiknya itu bermain di luar, tenaga ekstra harus dikeluarkannya untuk Rudi (panggilan BJ Habibie kecil). Karena ia dan ibunda kesulitan mengajak Rudi main di luar rumah. Bahkan tidak jarang ia harus merayunya dulu agar Habibie kecil mau bergabung dengan teman dan saudara-saudaranya bermain du luar.

Dan, kalaupun bisa Habibie dirayu untuk keluar rumah, beberapa saat kemudian pasti dia akan nyari cara untuk bisa masuk lagi. Akhirnya, sang kakak hanya bisa menyerah dan pasrah melihat Habibi kecil tenggelam dalam lautan kata, dengan buku2nya.

2. Kepala hampir benjol terkena lemparan penghapus papan tulis.

Di sekolah, seperti yang dituturkan oleh teman-temannya, Habibie termasuk anak yang sering kali dicap nakal oleh para guru. Hal itu karena Habibie keci sangat aktif.

Suatu ketia, di kelas, dia pernah mengganggui seorang guru matematika yang tergolong cantik di sekolahnya. Guru yang sedang asik mengajar di depan kelas disapa oleh Habibie dengan bisikan dalam Bahasa Belanda "Mevrouw, hoe mooi je bent (Ibu, alangkah cantiknya dikau).

Bisikannya itu didengar oleh sang guru, yang serta merta melayangkan penghapus papan tulis ke arah Habibie. Namun beruntung, lemparannya tersebut meleset. Kalau tidak bisa benjol kepalanya itu.

3. 'Anak kecil" nonton bioskop.

Suatu ketika, saat masih menjadi mahasiswa di Aachen, Jerman. Ia berama dngan mahasiswa-mahasiswa Indonesia lainnya beramai-ramai pergi menonton bioskop. Namun, setibanya di pintu bioskop, tiba-tiba saja seorang penjaga pintu menolaknya masuk dengan alasan masih dibawah umur.
Rupanya fisik dan penampilan Habibie ketika mahasiswa terlihat seperti "anak-anak".

Habibie saat itu, dengan jenaka, marah-marah kepada penjaga pintu bioskop dan teman-teman yang turut menggodanya untuk tetap tinggal di luar, menunggu sampai pemutaran film selesai.

Rupanya Habibie tidak kehilangan akal. Ia langsung mengeluarkan dompet dan menunjukkan kartu mahasiswa, memperlihatkan kepada penjaga bioskop bahwa umurnya sudah lebih dari 18 tahun.

4. Sepatu berlubang-lubang

Kehidupan awal keluarga BJH (BJ Habibie) di Aachen ternyata harus dilalui dengan keprihatinan. Mereka menyewa sebuah paviliun kecil. Penghasilan BJH sendiri terhitung pas-pasan. Ia hanya mendapat setengah gaji seorang Diploma Ingenieur karena hanya bekerja setengah hari sebagai asisten di Institute Konstruksi Ringan dari universitas. Untuk menambah penghasilan, BJH merangkap bekerja paruh waktu sebagai ahli konstruksi di paberik kereta api, mendeaing gerbong-gerbong konstruksi ringan.


Sebagai konsekuensinya, BJH harus bekerja ekstra. Pagi di pabrik kereta sedangnkan malam di universitas. Pukul 22.00 atau 23.00 baru sampai di rumah, meanjutkan menulis disertasi.

Kemana-mana BJH naik bus atau berjalan kaki. Dua atau tiga kali dalam seminggu ia harus berjalan kakimengambil jalan pintas sejauh 15 kilometer. Karena seringnya erjalan kaki, tidak heran sepatunya sampai berlubang-lubang. Menjelang musim dingin, bolong-bolong pada sepatu itu ditambalnya agar kakinya tidak kemasukan salju.

Jadi temen-temen yang hari ini bersekolah dan sering mengeluh karena sepatunya sudah usang. Ayo...pikir-pikir lagi. Apakah masih pantas kita mengeluh???

Artikel ini mengutip beberapa bagian pada buku Total Habibie, Kecil Tapi Otak Semua.



Selamat Jalan Prof. Dr. BJ Habibie

0 Response to "Hal-hal yang gak banyak orang tau dari Habibie"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel